Jenis Tes

Sebelum membahas tentang jenis-jenis tes, kita harus tau apa sih tes ituuuuu.

what is test?

Set of questions or items or assignment that students have to do.

Nah singkatnya, tes adalah seperangkat alat atau tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Tes itu sendiri ada tiga jenis, yaitu:

  1. Aptitude Test

Aptitude test memiliki 3 tujuan

  • to see and to know the students’ readyness

Tes jenis ini bertujuan untuk mengetahui apakah siswa sudah siap masuk ke dalam program/kelasnya. Contohnya “enterence test” untuk menyaring mahasiswa baru.

 

  • to know someone CAPABLE to do something

Selain itu, tes ini juga bisa digunakan untuk mencari orang yang tepat dalam suatu pekerjaan. Misalnya untuk mengetes kemampuan para pekerja pabrik agar ditempatkan pada bidang yang tepat.

 

  • to clasify the student/placement test

Tes ini pun bisa digunakan untuk menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuannya. Contohnya penempatan siswa pada kursus bahasa Inggris. Calon siswa akan dihadapkan dengan tes untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dan akan menjadi rujukan level yang sesuai untuknya.Y

  

  1. Achievement Test : given after several times of learning

Tes ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai teori atau pembelajaran di kelas. Ada dua jenis achievement test,

  • Final achievement (in the end of class)
  • Progress achievement (mid test formatif)
  1. Proficiency Test

to see and to know the qualification of being able to do something

Proficiency test tidak diberikan setelah pembelajaran, berbeda dengan achievement test. Proficiency test hanya ingin melihat kecakapan umum saja, dan tidak mengharuskan adanya pembelajaran sebelum tes. Contohnya: TOEFL TEST.

 

Selain 3 jenis tes diatas, ada dua cara dalam penilaiana. Yang pertama secara subjektif dan yang kedua secara objektif. Penilaian secara subjektif benar dan salahnya bukan ditentukan oleh pendapat guru. Teacher involved his opinion to judge. Involved disini melibatkan ya, bukan berdasarkan. Teacher’s opinion disini untuk menentukan lengkap atau kurangnya jawaban siswa, bukan menentukan benar atau salahnya. Sedangkan penilaian secara objektif itu masalah benar dan salah.

Tes yang membutuhkan penilaian subjektif salah satunya essay. Essay membutuhkan jawaban yang cukup panjang, minimal satu paragraf, dan dalam essay dibutuhkan opini dari siswa. Jika soal essay namun isinya meminta siswa menuliskan jawaban sama persis dengan buku atau bersifat teori berarti itu bukan subjektif, tapi objektif. Kenapa? Karena ada jawaan benar atau salah.

Itulah sedikit catatan saya di mata kuliah language testing yang dibuang sayang, semoga bisa membantu 🙂

One thought on “Jenis Tes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s