1

First Step of Being A Teacher

Salah satu keinginanku adalah mengajar di sekolah, maunya sih di SD. Syukur-syukur bisa di Sekolah Dasar Negeri. Aku sering bilang ke guru senior, baik di sekolah tempat ku PPKT, tetangga yang berprofesi guru, dan orangtua teman yang kebetulan guru tentang keinginanku itu. Aku pun meminta saran cara melamar di sekolah. Karna aku tidak punya kerabat yang bisa ‘membawa’ku untuk mengajar di sekolah. Tidak sedikit yang mengecilkan hatiku. Beberapa diantara mereka bilang kecil kemungkinanku untuk bisa mengajar di sekolah. “Boro-boro ngajar di sekolah negeri, di swasta aja susah kalo ga ada yang ‘bawa’. Bisa bertahun-tahun baru dipanggil.” Aku pun tanya solusinya, katanya sih coba sebar CV ke banyak sekolah, nanti sewaktu-waktu dibutuhkan akan dipanggil. Semangatku bangkit lagi. Sampai ga beberapa lama, kata-katanya dilanjut dengan, “Ya, tapi kadang lamaran itu ga di simpen. Paling dicuekin. Malah ada yang langsung dibuang.”

Ada juga yang bilang di negeri udah tidak menerima guru honorer lagi. Dan lebih susah juga untukku untuk mengajadi di sekolah dasar karena aku bukan lulusan Pendidikan Guru SD. Kalau pun mau ya ke SMP atau SMA.

Aku ga punya pilihan lain selain mencoba. Jauh sebelum lulus udah berdoa dimudahkan untuk ngajar di sekolah. Setelah berkas-berkas lamaran lengkap, aku langsung menyebar lamaran ke sekolah-sekolah terdekat. Alhamdulillah, lusanya langsung ada yang menghubungi. Salah satu SMP swasta yang cukup bagus. Ya, walaupun cuma sebagai guru bantu dalam program pemantapan Ujian Nasional, aku sudah sangat bersyukur. Seminggu kemudian, datang lagi panggilan dari…….. Salah satu SD Negeri. Siapa sangka? Aku pun masih percaya ga percaya.

20151028_115318

Mulai awal tahun ini aku mengajar di sekolah. Sekolah Dasar. Negeri. Persis seperti yang aku impikan. Tak terasa sudah setahun bersama anak-anak yang luar biasa 🙂

Advertisements
8

commitment mismatch

Kamu baik. Kamu pintar. Kamu ga ribet. Aku suka. Walaupun aku telat menyadari hal itu.

Ada yang bilang, kita akan tau betapa berartinya seseorang setelah orang itu pergi. Dulu cuma tau teorinya. Sekarang, aku tau seperti apa rasanya. Sejak awal, kita berteman baik. Teman dalam arti sebenarnya. Ga ada bumbu-bumbu “…tapi mesra”-nya. Aku bukan perempuan yang bisa kasih perhatian ke lawan jenis selama dia bukan imamku. Aku rasa itu hal yang tidak perlu. Walaupun begitu, masih ada saja teman kita yang beranggapan kita ada apa-apa. Aku kurang paham dari mana mereka bisa simpulkan itu.

Aku pun perempuan yang tidak bisa bahasa kode. Ya, aku gak kekinian. Aku memang dibiasakan sejak kecil untuk mengutarakan apa yang aku inginkan secara langsung. Kata ibu, “Kalau ada apa-apa, langsung bilang aja. Ibu kan ga bisa baca pikiran kamu.” Jadi… maaf, kode-kode mu tidak diterima dengan baik oleh radarku.

Berkali-kali, aku bentengi hati.. meredam rasa nyaman. Puncaknya, dalam waktu yang berdekatan orang-orang terdekatku mengatakan hal yang sama. 5 orang yang berbeda, dan tidak saling mengenal. Dalam waktu yang hampir bersamaan mengatakan kamu baik, dan meyakinkanku. Saat itu, aku hanya meng-iya-kan.

Ingat tidak, ketika kamu menanyakan sahabatku? Kamu bilang, ia mirip dengan seseorang dari masa lalu mu. Saat itu aku mendukung mu. Karena ku tau kalian sama-sama baik.. Saat itu, kamu tidak sedang menguji ku, ‘kan?

“Aku sayang tapi kamu terlalu baik blablabla..” Terdengar klise ya? Aku pikir itu omong kosong, sampai akhirnya aku mengalami hal itu. Aku merasa.. belum cukup baik. Keadaan bertambah lucu ketika kamu mengungkapkan hal yang sama ke senior kita. Hei, kakak cantik itu menyampaikan semuanya padaku. Aku hanya tersenyum getir. Ternyata kita sama ya.. sama-sama terjebak dan cemen.Kita terlalu takut untuk melangkah.

Mungkin disitu keunikan jodoh. Dua orang saling merasa belum cukup baik dan keduanya terus memperbaiki diri bersama. Ah, andai saja kita punya cukup keberanian untuk melangkah..

3

Dinar

Aku sangat bersyukur, Allah mengelilingiku dengan orang-orang luar biasa dan baik. Ramadhan lalu, aku dapet kesempatan ikut #BukberAkbarPAY. Di acara itu aku banyak ketemu temen-temen relawan. Rapat cuma beberapa kali. Sisanya koordinasi via whatsapp. Ajaibnya, ketika hari-H semua bisa bersinergi dengan baik dan kompak.

Aku bertugas dibagian keamanan dan perlengkapan. Maklum, relawan cowoknya kurang hehe. Di perlengkapan aku cuma bantu-bantu redaksinya aja, sisanya nimbrung bantu-bantu divisi lain. Kalo di keamanan, bantu mengkondisikan anak-anak selama acara berlangsung. Sebelum acara juga aku menawarkan diri untuk menggiring anak-anak dari bis sampai ke masjid. Awalnya sih ga dikasih sama Kak Aji, katanya itu lumayan capek. Tapi dalam bayanganku, pasti asik gandengan sama anak-anak dari bis sampe masjid. Ga jauh juga kok. Tapi.. ekspektasi emang kadang suka bertolak belakang sama realita :p cuaca saat itu kurang bagus. Aku dan beberapa relawan lain menunggu sampai bis terakhir, yaitu bis kesembilan.

Cuacanya yang cukup dingin membuat tangganku keriput dan kicut hehe Tapi semua terbayar. Bis terakhir ternyata bis dari Al Falah. Dari dalam bis terlihat anak-anak menunjuk-nunjuk aku. Wajah mereka banyak yang familiar. Mereka anak-anak yang ku temani membaca buku cerita. Dan meski sudah lama ga berkunjung kesana, ternyata mereka masih ingat :”)

Mereka rombongan terakhir. Bisa dibilang terlambat untuk acara. Dan karna saat itu kurang koordinasi, fasilitator mereka belum standby. Karna itu, untuk sementara aku jadi fasilitatornya. Mereka semua manis-manis. Tapi, ada satu anak yang spesial. Dia aktif dan tidak bisa duduk tenang, Namanya Dinar.

Itu Dinar, yang duduk didepanku..

Itu Dinar, yang duduk didepanku..

Jam-jam pertama cukup sulit membuat Dinar tetap ditempat. Dia seorang petualang. Hampir setiap penjuru dia jelajahi. Ke depan, ke pelataran masjid, ke lantai atas masjid, ke ruang medis, ke tempat bedug. Dia juga jail, suka memukul dan meninju teman. Pas aku tanya kenapa, dia cuma bilang, “Kata mama aku, kalo ada yang nakal, di tinju aja.” Duh. photo orange-guy-05.gif

Akhirnya aku berhasil memangkunya. Dan ku peluk dia sambil ku bilang, “Dinar, kakak kunci ya.” hahaha abis bingung mencegah dia kesana-kemari. Aku paham betul itu tak akan membuatnya berhenti. Jadi, sambil ku pangku, ku pancing dia bercerita tentang kesehariannya dan sedikit ku ajari nyanyian bahasa Inggris untuk anak seusianya. Aku pun meminta dia menggambar dan menulis. Apa saja deh, asal jangan lari-larian..

cats

hasil karya Dinar 🙂

Yah namanya juga anak-anak.. Dinar tetap merengek ingin keluar area masjid. Kebetulan diluar area masjid ada pasar kaget. Banyak tukang jualan dan ada permainan mandi bola. Aku masih ingat rambutnya yang berantakan keluar-keluar dari jilbabnya. Dirapikan, berantakan lagi, dirapikan lagi, berantakan lagi..

IMG-20140716-WA0017-1

Karna aku bagian perlengkapan dan keamanan, ditengah-tengah acara aku harus mondar-mandir ke ruang penyimpanan atau sekedar ketemu kakak ini atau kakak itu.. Dinar yang emang seneng gerak selalu ikut aku. Dia udah kayak buntut aku hehe

2014-07-13 16.26.30

ketika games 🙂

Meski begitu, setelah waktu ashar, sikap Dinar semakin manis. Ketika waktu berbuka, aku lupa ambil ta’jil. Dinar yang sadar aku belum punya bukaan langsung memberiku sebungkus kurma dan kue bolu, “nih kak, buat kakak aja.” Ketika sholat, Dinar ga bawa mukena tapi pingin sholat pakai mukena ungu.. ada-ada aja kan.. aku bilang, “Kakak adanya mukena abu-abu. Dinar kan masih kecil.. ga usah pakai mukena juga ga apa-apa. Kan udah pake baju muslim..” Dinar manggut-manggut dan sholat disamping ku. Jujur aku agak kaget dengan sikapnya yang berubah menjadi penurut dan manis.

Setelah sholat magrib, acara selesai. Aku mulai tidak sibuk kesana-kemari dan ga bisa sama-sama Dinar. Tapi ketika waktunya pulang, aku langsung cari rombongan Dinar. Mau anter dia sampai bis. “Acaranya udah selesai ya kak? Kita ga bisa ketemu lagi kak?” Pertanyaan DInar itu membuat ku berhenti dan memeluknya. Huaaaa.. photo orange14.gif

Aku antar dia sampai bis. Biasa, dadah-dadah dulu hihihi. Ketika bisnya jalan, aku kepalkan kedua tanganku dan membuat gerakan seperti orang nangis. Kulihat Dinar melakukan hal yang sama. Dan… selang beberapa detik, Dinar nangis beneran. Bikin makin sedih ..  photo orange38.gif Meski begitu Dinar mengaku senang hari itu. Senyum mereka, keceriaan mereka itu tak ternilai..

Nah ramadhan tahun ini, Pecinta Anak Yatim berencana membuat adik-adik Laskar Langit tersenyum lagi.. Acaranya dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama tanggal 28 Juni di Masjid Istiqlal bersama 1000 laskar langit dan tanggal 5 Juli di RRI bersama 2000 laskar langit.

IMG-20150620-WA0011 IMG-20150616-WA0019Bagi kakak-kakak yang mau donasi, sedekah makanan, bingkisan, bantu transportasi atau beri santunan bisa hubungi aku yaaaa.. yuk sama-sama #BuatMerekaTersenyum 🙂

3

wiiiiiiiiiiiiiii..suda

Di awal tahun 2014, aku ga menulis resolusi. Tapi aku tau tujuanku.

Keep calm and graduate in 2014

Wisuda udah harga mati karna aku udah ga dapet ijin main jauh-jauh sebelum wisuda. Aku melewatkan kesempatan-kesempatan cihuy. Antin ngajak kemping di pantai. Duh, itu kan salah satu mimpiku. Pas diceritain tidur diatas pasir sambil liat langit malam penuh bintang, aku pura-pura biasa aja. Pa-da-hal.. dalam hati jerit-jerit pingin huahuahuaaaa.. Aku juga gagal ikut pendakian Gunung Papandayan bareng relawan PAY.

Tapi masa-masa itu udah lewat. Akhirnya aku wisuda. Dan aku nikmati setiap prosesnya. Hihi. Daftar wisuda, gladi resiknya, antri ambil toganya.. Bikin kebaya pun turun langsung cari bahannya di tanah abang. Ribetnya pagi-pagi sebelum berangkat.. mantep dah hahaha. Sampe ga sempet sarapan dan akhirnya disuapin ibu.

Salah satu moment yang aku suka itu.. pas masuk auditorium. Ada drum band juga yang mengiringi masuknya wisudawan-wisudawati. Dan aku yang dari kecil suka banget drum band rasanya seneng banget.. secara aku yang mimpin barisan jadi seakan-akan drum band itu spesial buat ku hehehe ((seakan-akan))

Bagi yang belum wisuda, percaya deh.. wisuda itu asik! Walaupun sebenernya itu cuma seremonial aja.. bagaimana kita mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu yang kita udah dapat itu yang lebih utama.

Yuk yang belum, semangat yes ngejar toganya!

IMG-20150623-WA0001

IMG-20141110-WA0010

IMG-20141108-WA0027

6

Salsa

Ga terasa, udah setahun aku gabung di komunitas #PecintaAnakYatim atau #PAY. Awalnya gabung itu karena ditawarin sama Mas Handy untuk ngajar anak yatim dan duafa. Aku sama Taju ga pake nanya-nanya dulu langsung gabung. Awalnya, aku pikir akan ngajar mata pelajaran. Aku tertarik bahasa Inggris dan Taju mau ngajar komputer atau akuntasi. Ternyata, itu acara mingguan yang isinya kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan motivasi anak-anak. Tapi seru juga sih hehe.

Acara yang cukup berkesan itu, ketika kita ngajak adik-adik #LaskarLangit untuk jalan-jalan. Waktu itu, kita ke Sentul, Bogor. Disana ada beberapa permainan yang diikuti adik-adik #LaskarLangit dan kakak-kakak relawan cuma mendampingi aja. Sebelumnya ada seminar motivasi yang diisi oleh Ayah Yudi. Isi dari seminar itu intinya agar para #LaskarLangit tidak berkecil hati dan sedih karena mereka yatim. Kalau kata Ayah Yudi sih, “Jangan bersedih, kan ada Allah SWT.” Kita juga nonton video-video tentang kebesaran Allah. Ada juga video Nick Vujicic yang mengisi motivasi di salah satu middle school. Itu-ngena-banget. Aku pernah liat cuplikan tentang dia di TV dan sekilas baca buku tentang dia. Tapi baru kali itu liat dia ngasih motivasi ke anak-anak. Dari serangkaian video dan ditambah motivasi dari Ayah Yudi, aku semakin merasa kecil. Kata-kata terakhirnya yang aku ingat, “Teruslah berusaha menjadi orang yang disayang Allah.”

IMG-20140309-WA0007

IMG-20140309-WA0008

Sepanjang acara itu, aku sehari jadi ibunya Salsa. Dia termasuk anak yang paling kecil. Belum lancar bicara dan sangat aktif. Karna masih kecil, maunya digendong. Mau foto bareng aja ga sempet, tapi Kak Fifi sempet candid. Lumayan buat kenang-kenangan..

IMG-20140718-WA0032

IMG-20140415-WA0017

Salsa seneng banget sama perosotan, dan ga mau berenti main itu. Padahal harusnya udah ganti permainan lain ._.

Look at my living doll, Salsa ❤

IMG-20140913-WA0014

12

Skipsi

Judul diatas bukan typo. Eh, awalnya gara-gara typo ‘deng.

Malam itu aku chat sama temen, mau ketik skripsi malah jadi skipsi. Bagusnya, sebelum ke-sent sempet aku revisi. Tapi gara-gara itu jadi mikir, jangan-jangan alesan skripsi ku ga kelar-kelar karena keseringan di skip photo orange20.gif

……………dan kayaknya sih begitu. photo orange-guy-18.gif

Skripsi sering aku kalahin sama urusan lain. Ditambah lagi dosennya pun agak sulit ditemui. Kalo kata Ms. Dewi, ‘Skripsi pasti ada ujungnya, kok’. Dan ak-hir-nya, aku ketemu juga ujungnya. Lucu, sekarang kalo ngobrolin itu bisa ketawa-ketawa. Kalo dulu sih, yang ada bikin mumet. Kita ada grup whatsapp dengan salah satu dosen pembimbing. Tujuan awalnya untuk memudahkan kalo mau bimbingan. Tapi sama aja..

bimbingan

 Kalo udah gitu, aku bisa apa..

Skripsi juga berhasil buat aku begadang sampe pagi. Seumur-umur, aku ga tidur sampe pagi itu cuma 2x. Yang pertama itu pas mau setoran hafalan surat An-Naba. Yang kedua itu pas ngerjain Chapter IV: Reseach Finding. Dalam semalem ngerjain normality test and homogeneity test. Bener-bener Proyek Roro Jonggrang.

Aku daftar sidang tanggal 25 Agustus. Idealnya, jadwal sidang itu pas satu minggu setelah orang terahir dalam kelompok daftar. Satu kelompok sidang itu 4 orang dan kebetulan aku orang terakhir. Jadi perkiraan jadwal sidang ku tanggal 1 September. Tapi, ditungu-tunggu kok pihak akademik fakultas belum ngasih kabar juga. Biasanya kan 3 hari setelahnya udah ditelfon dan dikabarin jadwal ujiannya. Aku sih nyantai aja, dan cuma mikir kalo pihak akademik mungkin lagi ribet. Karena tanggal 1 September itu pas banget hari pertama perkuliahan semester ganjil. Sampe mimpi-mimpi segala kalo jadwal sidang udah keluar tapi akunya gatau terus gataunya besoknya harus sidang. Akhirnya tanggal 2 September Yona coba tanya ke akademik fakultas. Dan ternyata jadwal sidang bukan besoknya, tapi kemarinnya.  photo orange18.gif

Iya, ternyata jadwal sidangku sesuai perkiraan, tanggal 1 September dan itu udah lewat. Penjelasan dari pihak akademik katanya berkas sidang kelompok aku keselip.. Tapi karena itu bukan kesalahan kita, segera dibuat jadwal baru.

Tapi Alhamdulillah, semua sudah selesai. Dan tanggal 8 September sidang. Anehnya, ga deg-degan. Deg-degan itu sebelum daftar, tapi malah biasa aja pas udah tau tanggal dan pengujinya. Sejujurnya kompre jauh lebih serem. Sedangkan kalo sidang pasti pertanyaannya ya tentang skripsi. Sidang alhamdulillah lancar.

Setelah sidang, seperti biasa… foto! Sempet-sempetnya Riyana & Gaban buat tulisan-tulisan + selendang-selendangan. Makasih yaaaaa!

 C360_2014-09-08-14-52-31-336-1

Salah satu temen satu kelompok sidang, kak Fitri. Bawa baby-nya yang baru 5 bulan. Namanya Isam. Dia ikut seragaman merah juga. Imut! Pas mau foto, si Isam malah minta gendong. How can I resist? :3

 with isam

Terimakasih, untuk semua yang udah bantuin secara langsung atau pun dalam bentuk support, doa dan semangat. Love love love! photo orange25.gif

0